. Pagi sepertinya datang lebih awal. Matahari tak sabar menyapa desa itu. Membangunkan burung-burung dan para jago yang berkokok bersahut-sahutan. Aroma petrikor masih utuh di halaman belakang rumah tamu yang ditinggali Naviza. Aroma pagi yang begitu segar sekaligus menenangkan itu tak bisa mengurangi ketegangan yang akan dihadapi Naviza pagi ini. Wanita itu sudah bersiap di pintu belakang rumah dengan menyandang pakaian lengkap bersenjata. Di luar pagar halaman, Naviza melihat beberapa pria Vocksar berjalan berkelompok menuju arah yang sama, rumah desa, pusat pemerintahan klan ini. Jantungnya semakin berdebar. Rasanya seakan ia akan menghadapi sebuah ujian penting. Ketegangan ini bahkan lebih kuat dibandingkan bagaimana yang ia rasakan kala berdiri di atas panggung turnamen Migliore. Pe

