. Sementara itu, di barisan belakang Vocksar, Xatho, Angkasa, dan Naviza berkumpul. “Aku ragu kau bisa lakukan ini, Naviza,” sindir Xatho dengan lirikan sinis. “Kau yakin bisa mengatasi Buros untuk kami?” lanjutnya. “Itu tugasku,” jawab Angkasa menyela. Dia mencoba membela Naviza. “Aku ingin dia yang lakukan,” protes Xatho. “Kami tidak bisa membahayakanmu.” “Tenang saja, Buros sangat percaya padaku. Lagi pula aku memiliki kalian,” ucap Angkasa berusaha meyakinkan. Naviza bingung mengambil sikap untuk situasi ini. Tiba-tiba Xatho memintanya masuk sebagai menjadi jembatan antara Vocksar dengan Buros tanpa mendiskusikan sebelumnya. Kebingungan ini karena ia sendiri masih dalam ketidak pastian pada keputusan Angkasa. Flash back sebelum m

