Seorang Tamu

1085 Kata

. Di barisan belakang pasukan Benang Merah, Vocksar dan prajurit benang merah saling berhadapan tegang seolah merekalah yang sebentar lagi akan saling menyerang. Vozi dan Frost saling berhadapan di atas kuda masing-masing. Sama-sama angkuh, merasa lebih kuat dan terhormat dan tidak ada yang mau dipandang lebih rendah.            “Sampai kapan akan terus mengawasi seperti itu? Kalian musuh?” seru Angkasa memecah ketegangan. Tanpa peduli bagaimana dua pimpinan itu saling bersaing dan menebarkan keangkuhan dan harga diri, Angkasa berdiri di antara mereka.            “Mungkin mereka berbalik lalu membunuh semua anak buahku?” timpal Vozi geram. Seringainya tampak tidak nyaman. Beberapa jam bersama para Vocksar ini membuat dia sadar betapa angkuh dan arogannya mereka. Vozi yang sangat superi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN