Siasat Vozi

2205 Kata

. Di kubu Benang Merah. Dapur umum didirikan tanpa sebuah tenda untuk kecepatan dan kemudahan mereka merapikannya lagi jika sewaktu-waktu perang mendadak pecah. Masakan yang teramat sederhana dengan rupa seperti bubur yang sangat cair dan beberapa potongan daging putih yang dimawutkan di atasnya, menjadi menu sarapan bersama pertama mereka. Mangkuk-mangkuk dari batok kelapa diisi separuh dan barisan panjang prajurit Benang Merah berangsur mengambil jatah makan mereka satu per satu. Rheno, dengan dua mangkuk nasi bubur itu, bergabung dengan Naviza yang sedang berjalan beriringan dengan Angkasa. Dia sodorkan satu mangkuk pada Naviza sambil menyungging senyum paling cerahnya.            “Terima kasih,” ucap Naviza menerima mangkuk sarapan itu. Dia balas Rheno dengan senyum lebarnya. “Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN