Kartu Sakti

2249 Kata

. Gerbang besar Benang Merah dibuka sangat sempit setelah beberapa lama Naviza menunggu izin untuk masuk. Surat pas milik Angkasa ternyata cukup ampuh bahkan untuk membuka gerbang yang terlarang untuk siapapun. Penjaga gerbang itu merengut, kedua alisnya saling bertaut dengan bibir mengunci rapat.            “Bagaimana kau bisa punya kartu sakti itu?” protesnya dengan tatap penuh selidik. Naviza hampir berjalan miring seperti kepiting sebab pintu itu dibuka terlalu sempit. Dia tidak minat untuk menanggapi pertanyaan yang tidak wajib ia jawab. Dia hanya menatapnya sinis.            “Naviza!” Seseorang memanggil namanya dari jauh. Naviza familiar dengan suara itu meski begitu pelan. Dia menoleh dan siluet Rheno tertangkap netranya sedang berlari kencang menghampirinya.            “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN