Garis Darah

1222 Kata

. Keadaan sudah tidak terkendali. Semburat fajar hampir memakan seluruh malam. Sebentar lagi matahari akan menyapa mereka. Menyapa lautan mayat yang bergelimpangan di atas genangan darah mereka. Menyapa kekacauan dengan kemelut asap yang mengabukan pagi. Tidak ada lagi udara pagi yang menyegarkan, hanya puing dan debu bersama amisnya darah dan basinnya bangkai dimana-mana. Serangan fajar, telah pecah beberapa jam lalu. Benteng selatan jatuh. “Apa kita menang?” seru Rheno dengan d**a yang masih mengembang kempis. Wajahnya penuh debu namun tidak ada luka. Darah yang mengering dari cipratan milik musuh, menjadi bukti pertarungannya. Pedangnya masih berlumuran darah, basah dan menetes-netes. Dia lelah, namun sorot matanya penuh kemenangan. “Belum. Mereka belum menyerah,” jawab Vozi dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN