Adu Pendapat

1688 Kata

. “Kita istirahat sebentar!” seruan datang dari baris depan lalu diteruskan dari mulut ke mulut hingga seluruh orang berhenti. Mereka duduk di tempatnya berhenti. Bunyi debam yang bersamaan menghantam tanah menjadi pertanda betapa lelahnya mereka. Tabung-tabung bekal air segera ditenggak serempak dan kerongkongan kering mereka akhirnya terpuaskan. Bibir pucat dan mata yang lelah tidak bisa membohongi siapapun bila energi mereka telah mencapai batas. Angkasa turun dari kudanya, kemudian menuntunnya ke pinggiran, menjauh dari kerumunan prajuritnya yang lelah. Dia tenggak habis sisa air minumnya sambil bersandar ke batu besar. Mereka sengaja berhenti di tepian sungai, sumber air. Beberapa kilometer lagi mereka akan mencapai tembok ibu kota. Dari jauh, Vozi mengawasi Angkasa denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN