. Gerbang Benang Merah dibuka lebar-lebar ketika barisan paling depan Vocksar terpantau di jalan utama mereka. Ribuan prajurit Benang Merah rapi dalam formasi mereka memenuhi lapangan utama itu dengan gugup dan penasaran ketika pengumuman kedatang Vocksar dikumandangkan. Para prajurit itu melongok, berusaha mencondongkan badan mereka tanpa merusak formasi. Bisik-bisik terdengar mulai riuh ketika dua penunggang kuda Vocksar menginjakkan kaki paling awal di dalam markas mereka. Sungguh pemandangan yang mengerikan itu berubah menjadi ketakjuban untuk mereka karena kini musuh kuat itu menjadi kawan. Sosok Vocksar yang hampir tidak membumi dan begitu kontras dengan mereka, menjadi begitu bersinar diantara prajurit-prajurit kumal Benang Merah. “Bagaimana mereka bisa sesempurna itu?”

