IYM 46

1121 Kata

Hujan turun disertai angin yang berhembus pelan. Udara dingin kian terasa membuat setiap orang menarik selimut dan tidur dengan nyenyak. Di dalam kamar, suara desahan masih terdengar dan saling bersahutan mengikuti setiap gerakan Abe yang masih semangat walaupun sudah beberapa kali mencapai puncak, dan belum ada tanda-tanda lelah di wajahnya. Keringat nampak di tubuh keduanya yang masih menyatu. "Aahh ... aahhh ...," desah Ayumi mengikuti setiap gerakan Abe pada bagian bawah tubuhnya. Rasa perih entah sudah hilang ke mana dan berganti suara desahan merdu yang membuat Abe tak kunjung lelah menyentuhnya. Tangan Ayumi memeluk erat punggung Abe yang besar dan berotot dengan wajah Abe mencium leher yang sudah banyak bercak merah penuh gairah. Sesekali Abe mendongak dan melumat bibir Ayumi yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN