
Aku adalah remaja yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP. namaku adalah Chindy Sinaga. Aku memiliki sifat yang begitu keras kepala dan tidak mau diatur. tetapi di balik itu aku memiliki satu sifat yang mungkin orang menyukainya yaitu humoris. walaupun aku memiliki keras kepala yang begitu keras seperti batu tetapi aku selalu menolong sesama yang membutuhkan dalam kehidupanku. Walaupun keadaan fisikku mungkin tidak seperti yang lain, aku tidak pede dengan mukaku yang dipenuhi oleh jerawat. Tetapi aku sadar bahwa kekuranganku itu tidak membuatku menjadi orang yang lemah dan putus asa. Aku selalu berusaha untuk tak percaya diri di depan banyak orang-orang. Dengan keberanian kita akan melatih kepercayaan diri kita berbicara atau tampil di depan banyak orang. hal itu nyata ku alami karena dari keberanian lah percaya diri muncul dalam diri kita. Pada suatu hari aku bertemu seorang lelaki yang belum pernah kulihat mulai dari aku masuk sekolah. kala itu dia selalu memperhatikanku dari kelas sebelah. entah ada apa yang salah denganku dia selalu memperhatikanku. aku pun menanyakan kepada teman-temanku siapakah dia.
Aku: Bung apahkah aku boleh bertanya kepada mu?
Bunga : iya tentu saja boleh Chindy
Aku: jadi gini akhir-akhir ini ada seorang siswa lelaki yang selalu memperhatikan aku dari jauh. aku tidak mengetahui dia anak dari kelas mana apakah kamu tahu dia itu siapa?(sambil menunjuk siswa lelaki itu)
Bunga: oh itu yang mau kau tanyakan, dia adalah seangkatan kita anak kelas 8⁴. namanya adalah selvi Pasaribu mungkin dia memperhatikanmu karena suka kali
Aku:ohh anak Kelas 8⁴ ya.mana mungkin dia suka padaku dia saja tidak mengenalku apalagi suka.
Bunga: namanya juga cinta datang tiba-tiba.
Aku: ah mana mungkin dia suka aku aja kan jelek
Bunga: is kamu ini susah dibilangin loh. cinta itu tidak memandang fisik tetapi hati yang tulus hahahaha.
Aku: iya sih kita nggak tahu kita lihat aja dulu okelah makasih ya bung
Bunga: sama" Chin.
Suatu ketika di malam hari ada seseorang yang mengirim pesan lewat w******p kepadaku dia berkata:kamu Chindy ya ? tanya dia".Iya ya aku Chindy kamu siapa ya? tanyaku kepadanya. aku adalah orang yang selalu melihatmu di sekolah kemarin, jawab dia. yang mana aku lupa tuh? ujar ku.
itu loh yang sering datang ke depan kelasmu itu masa nggak pernah lihat aku sih! seru dia kepadaku melalui pesan. oh ini kamu ya oh aku udah kenal iya" jawab aku kepadanya.
aku bertanya kepadanya dari siapa dia mengetahui nomor w******p ku. aku mendapatkannya dari temanmu, kata dia. oh begitu ya seru aku. mulai dari saat itu mereka yang dulunya tidak saling kenal sekarang sudah mulai berteman baik. Seiring berjalannya waktu mereka semakin akrap.mereka saling ejek mengejek dengan ejekannya masing-masing. Dia mengejekku dengan sebutan besar badan,sementara aku tidak memiliki badan yang terlalu besar ya tapi sih tinggi. karena aku tidak terima dengan ejekannya kepadaku aku pun mengejeknya Dengan mengatakan dia alis nyambung karna dia memiliki alis yang tebal dan menyambung tapi sih memang orangnya manis hahaha. mulai dari situ kami saling mengejek satu sama lain dengan ejekan kami masing-masing. tetapi lama-kelamaan kami begitu, saling mengejek satu sama lain entah kenapa aku merasa nyaman dengan itu semua. tapi di dalam hatiku berkata mana mungkin dia menyukaiku. mulai dari situ aku selalu bertamu saling mengejek dengannya.
pada bulan 11 kami mulai saling akrab antara satu sama lain. aku yang pada saat itu berharap dia menyukai aku balik. walaupun kami baru kenal hahaha. pada tanggal 23 bulan 11 2022 aku dan teman-temanku entah kenapa kami membahas dia. temanku berkata kepadaku: kayaknya dia suka deh sama kamu, mana mungkin kami aja baru kenal itu pun karena saling mengejek ujarku kepada temanku "seru aku". yah kenapa tidak mungkin sih malahan dari saling mengejek itu bisa saling suka loh "ujar temanku dengan senyum"
temanku yang lain pun berkata seperti itu kepadaku. aku pun menjawab "hmm kalian ini ada-ada saja tetapi di dalam hatiku aku sangat senang sekali.
singkat cerita tanggal 25 pun tiba pada hari itu adalah hari peringatan hari guru. di hari itu begitu senang hatiku karena aku bisa memperingati hari guru bersama teman-teman dan guru-guru selama 2 tahun tidak bisa merayakannya. banyak perlombaan saat itu dilakukan, dan adapun ketika bapak ibu guru berjoget bersama. di situ aku membaca puisi juga yang berjudul lentera ilmu sang pahlawan pendidikan walaupun gak ada yang mendengar karena ditutupi oleh suara saat menyanyi hymne guru. pada hari itu adalah hari yang paling berharga karena sebanyak dari situ aku sudah mulai percaya diri untuk tampil di depan banyak orang. yang dulunya aku sering tidak percaya diri tapi mulai saat itu dan sampai sekarang aku sudah bisa percaya diri di depan umum singkat cerita acara pun selesai kami pun dipulangkan lebih awal karena bapak ibu guru rapat aku pun sampai di rumah aku bercerita kepada ibuku tentang apa yang terjadi di sekolah.ibuku berkata tidak apa" nak itu adalah

