Tak terasa waktu berjalan sangat cepat. Usia pernikahan ku dengan Mas Zafar sudah satu bulan saja. Cepat sekali bukan? Semuanya hampir sama, cuma bedanya Mas Zafar agak lebih hangat, yahhh walaupun cuma dikit, tapi itu sudah ada kemajuan. Masalah saking terbuka seperti nya belum sepenuhnya dilaksanakan. Hanya aku yang terbuka dengannya, sedangkan dia masih tertutup. Aku sedang mengerjakan novel yang sebelum menikah sudah pernah ku kerjakan. Masih ingat? Penerbit yang meminta pengerjaan novelku dipercepat. Mas Zafar? Tuhh, dia sedang duduk disampingku sambil bermain dengan tabnya. Entah apa yang dia mainkan disitu. "Gimana kabar novelmu? Apa masih banyak yang harus dikerjakan?" Tanyanya setelah meletakan tab yang dia mainkan tadi di laci meja nakas. "Tinggal lima bab lagi kok Mas, se

