Vincent yang tidak siap sontak saja terkejut. “M—” Maya menutup mulut Vincent dengan kedua tangannya yang kecil. “Kumohon jangan katakan, Pak Evans!” Vincent mengerjap. Dia bergerak duduk dan Maya yang harus membiarkan tangannya menutup bibir Vincent ikut duduk juga. “Aku— Begini.... Dengarkan aku dulu, oke?” Vincent mengangguk pelan. Maya membersihkan tenggorokannya dan berbicara, “Aku pikir kita terlalu cepat jika harus menikah. Bukan maksudku tidak ingin menikah denganmu. Hanya, cukup cepat. Kita memang sudah saling mengenal satu sama lain. Kita cocok. Kita juga sudah baik-baik saja sekarang. Tapi aku masih belum siap untuk ke jenjang yang lebih serius….” Maya menunggu reaksi Vincent dan dia mengerang kesal. Maya melepaskan mulut Vincent dan menutup seluruh wajahnya dengan kedua

