Duduk bersama, Maya tidak memesan apapun dan Sandara hanya memesan latte panas. Maya tidak bisa menunggu dengan sabar mengalihkan perhatiannya pada jam tangannya. Kurang dari 10 menit lagi istirahat akan selesai. Dia melirik Sandara lagi ketika perempuan di seberangnya meminum minumannya dengan santai. Maya tertawa dalam hati. Mau sampai kapan dia harus menunggu wanita ini menyelesaikan sesi minum kopinya? Sampai orang yang wanita ini tunggu datang? Dia memang bercanda…. “Maaf, saya tidak bisa menemani Anda terlalu lama—” “Apa kau tahu sore ini Kak Vincent akan izin ke luar kantor?” Sela Sandara bertanya. Melihat Maya yang terdiam, Sandara tersenyum kecil. “Dia sepertinya tidak mengabarimu bahwa dia akan menemaniku membeli sesuatu.” Maya menutup mulutnya rapat. Tidak menanggapi Sandara.

