Sesuci Melati - 6

1257 Kata
Keesokan harinya, Melati sudah kembali segar dan bersiap di dapur membantu Bik Tum dan Bulik Lestari menyiapkan sarapan bagi keluarga Wibowo. Mereka pun dengan sigap menyiapkan kopi hitam untuk Tuan Harris, teh lemon hangat untuk Nyonya Lidya dan s**u Kedelai buatan Bik Tum untuk Non Keisha yang sudah menjadi favorite sejak ia kecil. Keluarga Wibowo akan memulai dengan memakan buah, yang mana hari ini buah apel yang menjadi pilihan lalu roti gandum dengan berbagai pilihan selai srikaya, strawberry maupun coklat. Sementara Karsa sudah mulai sibuk membersihkan cat room dimana Bella, Nella, Benson dan Samson tinggal. Biasa di pagi hari, Nyonya Lidya akan menyempatkan diri menyapa dan bermain dengan ke empat kucing kesayangan keluarganya. Ke empat kucing tersebut berasal dari jalan yang dengan sepenuh hati mereka rawat. Ke empatnya memiliki kisah tersendiri, berawal dari keluarga Wibowo saat itu hendak mengisi bahan bakar di SPBU Keisha menemukan sosok mungil anak kucing berwarna hitam marble. Kucing kecil hitam marble itu terlihat sendirian tanpa induk dan saudaranya, meringkuk menahan dinginnya udara malam, tak tega dengan pemandangan tersebut Keisha kemudian memohon kepada sang Mami dan Papi untuk membawa Benson si kucing kecil jantan pulang. Ya, Keisha langsung memberi namanya Benson terinspirasi dari lokasi bertemunya mereka dengan Benson - pom bensin - dan tak perlu menunggu lama menanti persetujuan Mami dan Papi nya, Kak Fabian? jangan ditanya, dia akan setuju saja selama Keisha tidak merepotkannya dalam merawat Benson. Selang 3 bulan merawat si kecil Benson, Fabian ditengah kemacetan nan semerawut khas kota besar bertemu dengan kucing kecil putih orange sekitar 2 - 3 bulan, sosok mungil yang pemberani karena hendak menyebrang di tengah keramaian lalu lalang kendaraan dan petugas polisi lalu lintas yang selalu berusaha menepikannya kewalahan karena ia tak gentar berusaha melewati jalanan yang ramai. Moment tersebut menggerakan hati Fabian untuk menepi dan menghampiri si kecil kucing pemberani tersebut. Samson, Fabian memberikan nama untuk si kecil pemberani nan tangguh, dengan ukuran yang mungil, Fabian membawanya pulang ke Apartemen, meskipun secara sembunyi namun akhirnya Fabian menyerah juga, karena sang Papi mengutusnya untuk perjalanan bisnis mewakili sang Papi dan perusahaan pada pertemuan besar dengan calon rekan bisnis mereka kala itu di luar negeri selama 7 hari. Tak ingin Samson sendirian di Apartemen, akhirnya Fabian membawa Samson ke kediaman Keluarga Wibowo untuk dirawat oleh sang Mami yang sejak kehadiran Benson menjadi lupa akan kehadiran buah hatinya sendiri. Tanpa diketahui oleh Fabian, Nyonya Lidya sendiri telah mengadopsi satu kucing kecil lainnya yang ia temukan di lingkungan kediaman mereka sepulang jalan sore santai sekitar perumahan, kucing kecil betina ia temukan sedang bersantai sendirian tanpa ada rasa bersalah di tengah jalan kompleks perumahan. Kondisi memang tak ramai kala itu, namun warna bulu tortie seolah menyaru dengan jalan membuat Nyonya Lidya khawatir sehingga dengan gesit ia menggendong Nella kecil dan membawanya pulang. Tentunya Nyonya Lidya senang dengan kehadiran Samson yang menggemaskan sehingga menambah kebahagian tersendiri bagi keluarga tersebut. Tak butuh waktu lama, sang Nyonya pun mengajukan kepada sang suami untuk memiliki cat room dibagian belakang rumah, kandang terlalu membatasi gerak mereka. Tuan Harris pun menyetujui ide dari sang istri, hanya dalam waktu 2 minggu cat room idaman Nyonya Lidya pun terwujud. Ketika proses pembangunan Tuan Harris totalitas memantau para pekerja dan pada saat ia memantau hilir mudik mobil pembawa material keluar masuk gerbang rumah mewahnya ia menangkap sosok kucing kecil orange - kucing oyen kalau jaman now orang-orang menyebutnya berusaha masuk ke dalam halaman rumahnya namun tampak ragu karena lalu lalang orang dan kendaraan. Tuan Harris kemudian berinisiatif membawakan makanan basah untuk kucing tersebut yang tengah berada di pos security, dengan lahap ia menghabiskan seluruh makanan tersebut dan setelah makan hilang sudah keraguannya untuk memasuki lebih dalam area rumah keluarga Wibowo. Sepertinya ia telah menemukan tempat yang pas untuk ia tinggali. Dengan berjalan santai selesai makan, sang kucing kecil oyen cantik ini masuk lebih dalam lagi ke area kediaman Wibowo. Melihat hal tersebut Tuan Harris hanya tertawa dan menghentikan security yang hendak mengejarnya untuk dikembalikan ke area luar rumah Tuan Harris. "Sudah biar saja, dia sudah menemukan rumahnya." ujar Tuan Harris. Nyonya Lidya dan Keisha pun senang karena jarang sekali ada kucing orange berjenis kelamin betina. Dengan bulu yang lebih tebal jika dibandingkan dengan Samson, Benson dan Nella mengindikasikan sepertinya si kecil orange nan cantik ini memiliki induk yang salah satunya merupakan keturunan dari ras mix domestik. Bella, nama yang cantik dipilih oleh Tuan Harris untuk kucing kecil yang hingga saat ini melengkapi keluarga mereka. Di meja makan, tampak Tuan Harris menikmati secangkir kopi dan fokus membaca satu per satu email yang masuk. Tak lama Keisha menyapa sang Papi dan bergabung di meja makan. "Morning Pap" "Pagi Nak...Eits sebelum duduk tolong panggilin Mami, bilang Papi mau berangkat." Wah, Mami anak sama suami udah mau mulai aktivitas, masih aja sibuk sama anak bulunya, jadi berasa gw yang anak adopsi kalo gini, batin Keisha. Tak ingin berlama-lama Keisha pun segera berlari ke arah cat room untuk mengajak sang Mami bergabung ke meja makan "Mami...Mami yuk, sarapan bareng..Papi udah mau berangkat loh Mam, Keisha juga sebentar lagi mau jalan..." "Iyaaaa sabar dong ini kamu gak liat, si Benson lagi manja banget nih nemplok kayak ulet keket...eh kamu jangan lupa loh bawa mereka ke dokter Sigit buat vaksin, udah waktunya" Ini Mami mulai naik level bucing (b***k kucing) ya kali Mam, tinggal dilepas aja templokannya si Benson batin Keisha. "Beres Boosss!" sambil mengacungkan jempolnya Di meja makan "Mam, Papi berangkat dulu ya.." "Loh Pap, masih jam 6.45 kok udah mau jalan?" "Iya, Papi mau ada diskusi dulu sama Fabian sebelum meeting jam 8 nanti sama calon rekan bisnis kita Mam.." "Oh ya udah, nanti makan siang ke tempat Mami ya, ajak anak Papi yang ganteng itu sekalian, kita cobain masakan Melati." Nyonya Lidya bersemangat "Keisha gak diajak Mam?" usil Keisha memasang wajah memelas sambil menimpali pembicaraan kedua orangtuanya "Lah kamu bukannya ada janji makan siang sama Raditya?" Keisha pun hanya bisa tersenyum jahil dan dihadiahkan oleh sang Mami cubitan kecil dilengannya. "Ya sudah Papi berangkat ya Mam..Keisha kamu kalau sempet mampir ke kantor, kamu itu salah satu pemilik saham disana juga, kamu perhatian sedikit dong ke perusahaan kita Nak.." "Yes Pap, after lunch aku ke kantor ya" jawab Keisha dengan senyum manisnya Keisha harus mengakui, bahwa saat ini lebih ia lebih disibukan dengan usaha fashion yang ia rintis dengan sahabatnya Paula. Sejak usia dini, Keisha telah menunjukan ketertarikannya kepada dunia fashion, kedua orangtuanya pun mendukung minatnya. Usahanya pun mendapat pinjaman modal dari sang Papi, ya...pinjaman modal yang ia dapatkan dengan mempresentasikan Business Plan kepada sang Papi dan Kakak Fabian dengan begitu Keisha akan terpacu membuat usahanya berhasil sehingga dapat mengembalikan dana kepada sang Papi tepat waktu, ia masih memiliki waktu 3 tahun untuk melunasinya. Sementara itu, di dapur Melati sudah tidak sabar menjalani hari pertamanya bekerja. Semoga ia tidak melakukan kesalahan. Ia membutuhkan pekerjaan ini, agar ia dapat meringankan beban Bapak dan Ibu serta dapat menyekolahkan adik-adiknya hingga jenjang yang universitas, biarlah saat ini ia yang mengalah. Ditangannya sudah ada tas kecil berisikan handuk kecil, dompet dan mukena, rambut hitamnya dibiarkan tergerai namun rapih, kemeja sederhana berwarna abu-abu dipadukan dengan rok menjuntai hingga mata kaki berwarna hitam seolah pas ditubuhnya, wajahnya hanya terpoles oleh riasan ringan dan meski begitu membuatnya terlihat cantik. "Melati, sudah siap?" suara itu berasal dari Nyonya Lidya yang sudah terlihat rapih dengan tas branded kesayangannya ditangan kirinya sedangkan tangan kanannya membawa tab. "Sudah Nyonya.." jawab Melati singkat dan bergegas menghampiri sang majikan Bismillah, semoga Allah meridhoi usahanya serta memudahkan dalam mencari rizki melalui pekerjaan ini...Aamiin Doa yang Melati ucapkan sebelum meninggalkan dan berpamitan kepada Bik Tum dan yang lain.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN