Ririn tertegun saat melihat beberapa mahasiswa berkerumun di dekat gerbang kampus. Merasa heran sekaligus penasaran, dengan sebuah buku cukup tebal yang berada dalam dekapannya, dia pun melangkah mendekati kerumunan. Ririn harus berjinjit agar bisa melihat ke depan, dia ingin mengetahui apa yang sedang terjadi di depan gerbang kampus atau setidaknya dia ingin mengetahui siapa yang tengah menjadi pusat perhatian ini. Setelah berpegangan tanpa permisi pada bahu salah seorang pemuda, Ririn pun akhirnya bisa melihat pemandangan di depannya dengan kedua kakinya yang berjinjit tinggi. Di depan sana, di pinggir jalan tepatnya ... terlihat sepasang pria dan wanita tengah terlibat obrolan. Di samping mereka sebuah mobil sport super mewah tengah terparkir apik. Ririn memutar matanya bosan saa

