Ririn menggelengkan kepalanya berulang kali, lagi-lagi dirinya mendapatkan pemandangan dimana sang sahabat tengah melamun dengan kedua mata menerawang disertai senyuman yang tak pernah luntur dari bibirnya. “Udah gak waras kayaknya si Irene,” gumamnya. Braak! Irene terpelonjat nyaris melompat dari tempat duduknya gara-gara Ririn yang tiba-tiba menggebrak mejanya. Padahal dirinya tengah sibuk menatap ke arah pintu ruang kelas Reiki, berharap secepatnya melihat sosok pria itu keluar dari kelasnya. Ya, setelah skandal besarnya selesai, Irene kembali bisa bernapas lega. Dia bahkan sudah berani masuk kuliah, mengabaikan tatapan dari para mahasiswa yang masih terkejut dengan terbongkarnya pernikahan Irene dan Reiki. Anehnya Irene tidak merasa marah atau pun terganggu, sebaliknya dia se

