Aina tau ini begitu cepat apalagi saat ayahnya sangat kekah sekali ingin menjodohkan anaknya sampai kapanpun keinginan sang ayah tidak bisa di tolak, jika dia tolak ayahnya tidak akan menganggapnya sebagai anaknya lagi, kejam sekali bukan. Tapi itu bukanlah candaan, melainkan keseriusan. "Kak Aina!!" Panggil kembarannya itu dari balik pintu kamar menggedor pintu tapi tidak ada sahutan. Sampai akhirnya Aira membuka pintu itu dengan keras. "Astaga." Kaget Aina saat melihat adiknya itu masuk dengan tatapan tajamnya. "Kamu ngapain disini?" Tanya Aina melihat adiknya yang sedang berdengus kesal. "Dari tadi aku manggil kakak gak jawab!!" Nadanya mulai meninggi, Aina tau kembarannya seperti ini karena datang bulan. "Iya maaf." Aina tau dia salah harusnya dia menjawabnya saat Aira memanggil
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


