Selepas mengantar Thalia bertemu ayahnya, Costa berkendara ke rumah orang tuanya. Sengaja ia tidak menunggui Thalia dan hanya berkirim pesan pada Bima. Katakanlah ia belum siap diamuk oleh Thalia bila pertemuan itu berakhir buruk. “Mama mana, Mbak?” tanyanya pada kepala asisten rumah tangga mereka. “Ada di atas, Den. Baru pulang arisan.” Costa berterima kasih lalu menaiki tangga menuju lantai dua. Kakinya terayun gontai. “Bagaimana,” cecar Niken langsung berdiri begitu melihat kemunculan putranya. Ponsel yang dibelai manja, diletakkan begitu saja di atas meja. “Nggak tahu, Ma. Belum ada kabar,” jawab Costa letih. Ia berbaring di sofa sambil menutup muka dengan lengannya. “Tolong pijatin, ya, Ma,” pinta Costa menaikkan kepala ke atas paha ibunya. “Ck! Manja benar kau ini!” Costa terk

