42. Knockin’ on Heaven’s Door

2479 Kata

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Attar lebih banyak diam. Ia larut dalam pikirannya. Bila sesekali Costa mengajaknya bicara, Attar jarang menggubrisnya hingga Costa menyerah. Sebelumnya, ia ingin mengamuk mendengar pengakuan Thalia. Begitu pula pengakuan Costa yang telah menyebabkan adiknya celaka. Bukan hanya itu, Costa juga memaksanya tinggal bersama di apartemen. Pantas saja, malam itu saat ia mengemasi barang-barangnya, perasaannya tidak tenang dan benaknya memikirkan yang bukan-bukan. Ia susah payah mengabaikannya dan berasumsi itu hanya rasa tidak nyaman terpisah dengan Thalia untuk beberapa bulan. Untung saja, berita mereka tinggal bersama tidak bocor di media massa. Costa bukanlah orang sembarangan. Tindak-tanduknya tidak jarang jadi konsumsi banyak mulut. Belakangan, gunjing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN