26. Silent

1875 Kata

Pukul tujuh malam, Thalia sudah sampai di bandara. Sendirian, setelah diantar oleh Pak Diman. Punggungnya menyandang sebuah daypack berisi pakaian dan keperluannya selama dua hari berada di Yogyakarta. Tangannya memegang lembaran e-ticket kelas bisnis yang diberikan oleh Costa. Seumur-umur—setelah tahu bagaimana susahnya mencari uang sendiri—baru kali itu ia naik pesawat kelas bisnis. Biasanya ia harus puas dengan kelas ekonomi. Itu pun menggunakan maskapai paling murah. Kalaupun ia 'nyasar' naik maskapai yang sedikit berkelas, itu hanya untuk kepentingan perjalanan dinas. Ia duduk nyaman di kursi empuk maskapai milik pemerintah yang harganya tergolong mahal di kantong rakyat kebanyakan. Kabinnya lebih lapang. Kursi flat-bed yang ia duduki bisa dibuat berbaring hingga seratus delapan pul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN