Masa-masa berat kehamilan pun dimulai. Namun tampaknya, itu hanya berlaku bagi Costa, bukan Thalia, terlebih di trisemester pertama. Selain mual muntah yang tergolong wajar, Thalia bersikap biasa-biasa saja dan masa bodoh dengan keadaan, apalagi perubahan kondisi tubuhnya. Suasana hatinya tidak banyak terpengaruh, malah Costa yang terlihat uring-uringan. Hal itu bukan tanpa alasan, melainkan karena ibunya terus merecokinya tentang cara menjadi suami idaman. Ibunya mempertanyakan menu makanan istrinya nyaris setiap hari, padahal istrinya tidak pernah meminta atau menginginkan sesuatu yang di luar kebiasaannya. “Suami macam apa kau, Ta? Masa istrimu nggak pernah ngidam? Nanti anakmu ngences!” “Sumpah, Ma. Atha nggak menginginkan apa-apa. Kalau Mama nggak percaya, sana tanyakan sendiri!”
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


