Tiada yang lebih menjengkelkan bagi Costa selain mendapati pengantinnya hilang di malam pertama, lebih-lebih lagi yang menjadi tersangka penculikan itu adalah ibunya sendiri. Mimpi indah yang menari-nari di pelupuk matanya langsung lenyap tak berbekas. “Atha sudah tidur bersama ibumu,” kata ayahnya. Namun, rasa jengkel itu langsung sirna kala melihat sang ibu tidur sambil berpelukan dengan istrinya. Ia terharu. Tampaknya ibunya sangat merindukan Calista. Ibunya juga sudah menganggap Thalia seperti putrinya sendiri. Buktinya, keduanya belakangan akrab sekali. Ia berharap semoga kedua wanita yang sangat ia cintai itu selalu akur, sehingga ia tidak harus terjebak dalam drama antara menantu dan mertua yang memusingkan kepala. Costa kembali ke kamarnya. Sebelum ia membuka pintu, salah seora

