“Saya terima nikah dan kawinnya Athalia Gunardi binti Bimantara Gunardi dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.” “SAH!” Ijab kabul itu terucap dalam satu tarikan napas. Costa meraup mukanya dengan kedua telapak tangan. Ucapan syukur meliputi hatinya dan terucap dari mulutnya. Perasaannya lega sekali, seakan beban ribuan ton terlepas dari pundaknya. Kedua orang tuanya ikut bernapas lega. Ibunya meneteskan air mata. Bimantara, yang berubah gelar menjadi ayah mertuanya, memeluknya hangat sambil menepuk-nepuk punggungnya dan berbisik, “Selamat datang di keluarga Gunardi.” Costa menyambut pelukan tersebut. Kemudian mereka berdiri berdampingan menunggu Thalia keluar dari kamarnya. Ijab kabul tersebut terucap tanpa kehadiran Thalia di sampingnya. Dada Costa sesak oleh rasa haru kala meliha

