Menualah Bersamaku

1650 Kata

Setibanya di hotel yang sudah Malika sebutkan dengan jelas, Felix langsung bergerak cepat ke arah kamar di mana Luna di sekap. Ujung jas yang ia kenakan mengibar dan mengikuti gerakan cepat Felix untuk menjemput ratu hatinya. Wajah yang semula sempat kendur karena tawa, kini kembali kaku. Felix berharap, Luna dalam keadaan baik-baik saja. Tanpa basa basi, Felix menemui manager dan mengatakan tujuan kedatangannya. Sebab, Malika tidak memberikannya kunci kamar dan ia yakin, Luna tidak bisa bergerak banyak. Apalagi, Felix tak ingin mengejutkan Luna dengan gerakan yang tiba-tiba hingga membuat gadis itu ketakutan. Bagi Felix, kenyamanan Luna adalah hal yang paling utama saat ini. "Ini genting dan aku tidak ingin menyeret pihak yang berwajib," ungkap Felix tanpa senyum dan wajahnya terus sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN