Selama diperjalanan, Felix berhasil membuat Luna tertidur lelap di dalam pelukannya. Laki-laki bertubuh kekar itu merasa berarti dan ia benar-benar seperti pria sejati saat ini. Sembari menjalin tubuh, Felix membayangkan hidupnya selama ini. Hari-hari sebelumnya berlalu begitu saja, dengan ritme yang standar dan tenang. Tetapi, sejak bersama Luna, bukan hanya detak jantungnya saja yang sering menyala, tapi juga amarahnya. Selain itu, ia lebih dapat menghargai orang lain dan bisa mengatakan terima kasih. Padahal, sebelumnya sangat sulit untuk diutarakan. Perlahan, sikap angkuhnya itu terkikis oleh perasaan cinta dan kasih sayang yang kian tumbuh di dalam jiwa. Hari hampir subuh. Felix dan Luna tiba di Indonesia. Mereka pun langsung bergerak ke arah kediaman Felix, agar Luna dapat segera

