Perasaan Felix tidak menentu. Ia takut sekali saat ini. Hanya saja, seolah tidak memiliki pilihan dan tak rela mengulur waktu. Apalagi, musuh sebenarnya adalah orang yang seharusnya melindungi dirinya. Felix tahu, papanya tidak bodoh dan terus memata-matai dirinya. Oleh karena itu, ia harus terus ke kantor dan meninggalkan Luna bersama orang-orang kepercayaannya. Untuk pertama kali, seumur hidupnya. Felix Vincent mempercayai orang lain yang berada di sekelilingnya. Ia sadar, dirinya tidak dapat melakukan semua ini seorang diri. Berbeda dengan sebelumnya, ia merasa mampu menggenggam dunia. Keangkuhan itu terpatahkan dengan sendirinya. Sebab cinta sudah mengembang sempurna dan ingin dipetik dalam keadaan yang mekar dan indah. "Selamat malam, Tuan muda!" sapa satpam yang bertugas dan dia

