Pak Rudi sama sekali tidak berniat untuk melepaskan ponsel milik Felix. Ia tampak sangat rindu pada putrinya dan masih ingin memeluk, walau hanya dapat menatap wajah cantik Luna dari layar datar. Masa-masa ketika putrinya masih kecil dan remaja, terkenang kembali. "Dia adalah anak yang baik dan berbakti. Di saat semua orang tidak percaya dan membenci, dia selalu datang dan menyentuh pipi saya dengan lembut agar tegar." "Dia tidak pernah memandang saya sebelah mata, persis dengan almarhum ibunya. Kasihan Luna, dia tidak tahu apa-apa. Dia tidak berdosa, Ya Allah." Kalimat-kalimat kesedihan itu terus saja muncul dari bibir pak Rudi yang sudah dikelilingi dengan keriput lembut. Felix melepaskan kedua tangannya dari pak Rudi dan ponsel miliknya. Ia membiarkan mantan sopir pribadi almarhum ma

