Aldo kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku jas yang dia kenakan. Dan kembali ke tempat di mana Andi tengah menatap layar tabnya. "Gimana?" tanya Andi seraya menolehkan kepalanya ke samping. "Mereka ternyata ada di kawasan ini." Bukannya menyahuti, Andi malah terkekeh, "Lu sebenernya tahu ngga di mana apartemen Rara?" Bak orang bodoh, Aldo menggelengkan kepalanya. Tapi tunggu, dia mengingat sesuatu. "Yakin lu ngga tahu?" Aldo langsung menatap sekelilingnya dari tempatnya berdiri. Bahkan dia melongokkan kepalanya ke bawah yang mana banyak mobil dan motor yang berlalu lalang. "Gue pernah anterin Rara sampe sana." Aldo menunjuk salah satu resto. "Mangkannya ngejar cinta boleh, tapi akal di pakek." sekak Andi diakhiri dengan kekehannya. Aldo hanya bisa memutar kedua bola matanya

