Keduanya sama-sama diam membatu. Tidak ada yang berani bergerak sedikitpun. Bau ini, bau yang Rara rindukan. Walaupun dia tidak bisa melihat dengan jelas sosok yang berada di balik masker dan kaca mata hitamnya, tapi bau aroma dari pria itu sangat kentara. Bahkan kedua mata Rara sudah berkaca-kaca. Saat ini, dirinya bisa melihat dengan jelas sosok yang dia rindukan. Kalau mau memeluk pun, bisa. Mendengar suara yang kurang jelas, Aldo membenarkan letak headset bluetoothnya agar dia bisa mendengar dengan jelas suara anak buahnya. "Arah jarum jam 3 Pak. Peluru siap melayang dalam hitungan ke tiga." Kedua mata Aldo sontak melotot. Arah jarum jam itu tepat berada sederet dengan bahu wanitanya. Dor, Begitu mendengar suara pistol di layangkan, Aldo langsung memasang badannya dengan meme

