Rara menceritakan semuanya, tanpa ada yang dia tutupi. Dari pertemuannya secara tidak sengaja sampai Aldo mendapatkan peluru yang asalnya belum dia ketahui dari mana. "Tapi udah di cari tahu Ra?" tanya Rani seraya menolehkan kepalanya kearah Rara. Rara menganggukkan kepalanya, "Bang Andi Kak yang lagi nyari tahu." Setidaknya Rani bisa bernafas lega. Andi memang bisa diandalkan di saat seperti ini. Rara menundukkan kepalanya. Dia tidak menyangka, pertemuan pertama dengan prianya seperti ini. Tapi di satu sisi, Rara bersyukur. Dirinya di pertemukan kembali. Melihat Rara menundukkan kepalanya, Rani lebih mendekatkan dirinya, tangannya terulur menggenggam tangan Rara. "Semua bakal baik-baik aja Ra. Kakak yakin," ujar Rani memberikan semangat untuk Rara. "Iya Kak." Rani memilih mengaja

