Bagian 22

1327 Kata

Seperginya Andi dari apartemennya, Rara hanya diam saja. Otaknya terus memikirkan cara agar dia bisa mendapatkan maksud dari perkataan Andi. "Mau balik ke rumah sakit ngga?" tanya Dika yang baru datang dari arah dapur. Dengan tangan yang membawa sepiring buah yang dia ambil dari dalam kulkas Rara. Diam, Tidak ada jawaban apapun yang Rara katakan. Dika mengernyitkan dahinya, tidak biasanya melihat seorang Almaira menjadi pendiam. "Ra? Are you okey?" tanya Dika tangannya langsung terulur memegang dahi Rara. Suhu tubuhnya normal, tidak ada rasa panas ketika Dika memegang dahinya. "Dik," "Hm?" "Siapa ya kira-kira yang bisa kita mintain tolong Dik?" tanya Rara seraya menghadapkan tubuhnya ke hadapan Dika. Kini mereka berdua duduk berhadapan di sofa ruang keluarga. "Minta tolong apa?" ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN