Dalam perjalanan menuju apartemen Rara, Aldo tidak melepaskan genggaman tangannya barang sedikitpun. "Lepas apa Kak. Kamu kan lagi nyupir," protes Rara. Bukan dia tidak mau di genggam, hanya saja Rara takut terjadi hal yang tidak diinginkan. "Ngga, tenang aja yank. Aku fokus kok nyupirnya," Aldo membela dirinya sendiri, sedangkan Rara hanya bisa memutar bola mata jengah. "Maaf ya, kamu nungguin aku lama banget tadi," ucap Aldo sesekali mengecup punggung tangan Rara yang ada digenggamnya. "Kayak sama siapa aja sih kamu mah. Eh, kita makan malem dulu mau ngga Kak?" "Makan apa?" tanya Aldo melirik sekilas ke Rara. "Hm, apa ya," Rara menatap penjual makanan yang mereka lalui. Begitu melihat salah satu penjual pecel ayam lesehan, kedua bola mata Rara langsung berbinar, "Mau pecel ayam ngg

