Bagian 41

1668 Kata

"Jadi?" Dika menghela nafas kasarnya. Jika sudah dalam keadaan seperti ini, dia tidak bisa berkutik. Apalagi melihat tatapan Chika, Dika mati kutu. Dika mengulurkan jari kelingkingnya, "Tapi janji dulu, jangan bilang ke pak Aldo atau Rara." Chika menuruti apa yang Dika katakan. Dia menautkan kelingkingnya ke kelingking Dika. "Gece apaan," desak Chika sudah tidak sabar mendengar penjelasan Dika. Sebelum menjelaskan, Dika menatap pagar. Takut tahu-tahu Rara muncul dan mencurigai dirinya dan juga Chika. Pasalnya kini mereka berdua ada di dalam mobilnya Dika. Chikalah yang menggeret Dika sampai sini. Merasa aman, barulah Dika memulai sesi ceritanya. *Flashback On* "Rencana lu apa Dik?" tanya Andi selesai mereka membicarakan tentang perusahaan. Dika menenggak air di depannya lebih dul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN