"Pagi Mah," sapa Rara seraya menuruni anak tangga. Ririn yang sudah duduk di kursi meja makan sontak menoleh, "Pagi sayang. Mau ke mana Ra?" tanyanya. Rara duduk di salah satu kursi meja makan, "Mau ke apart bentar Mah. Nanti Rara langsung ke rumah mamah Dita." Ririn yang tengah mengunyah makanan, tersedak mendengar perkataan Rara. Rara dengan sigap memberikan segelas air untuk Ririn. "Hati-hati Mah," Rara mengelus pelan punggung Ririn. Ririn mengelap mulutnya lalu segera bangkit menuju kamarnya, "Mamah ke kamar dulu ya Ra." Rara menatap heran mamah Ririn. Tidak biasahya mamah Ririn meninggalkan nasi yang masih ada. Dan berlari kecil ke kamarnya. Rara merasa ada yang aneh. Dia segera menggelengkan kepalanya, tidak dia tidak boleh berfikiran aneh kepada mamah Ririn. Rara segera mengh

