Walaupun membawa mobil berkecepatan diatas rata-rata, Dika tetap mengutamakan keselamatan. Lagi dan lagi dia melihat Chika bersama dengan pria yang bernama Ridwan Ridwan itu. Bukan dirinya melarang Chika untuk dekat dengan siapapun, tapi nyatanya Ridwan itu tidak baik. Dia sudah menyelidiki seluk beluk pria itu. Bukan Dika namanya jika tidak bisa mengandalkan kekuasaan keluarganya. Anak tunggal kaya raya, itulah yang Chika sematkan di diri Dika. "Arghhh, f**k!!" Entah sudah berapa banyak u*****n yang keluar dari mulut Dika. Rasanya jika dia pulang ke rumah, takut bunanya akan menjadi pelampiasannya. Dika memilih menepikan mobilnya sejenak. Lebih baik dia menghubungi Rara saja, kebetulan apartemen sahabatnya itu tidak jauh dari lokasinya saat ini. "Halo, lu di mana Ra?" [Iya Dik, gue

