Bagian 24

2042 Kata

"Dik," panggil Chika. Nyatanya panggilan Chika hanya angin lalu saja. Dika tidak menanggapi sama sekali. "Ck, Dikaaaa..." Chika menggoyang kencang lengan Dika. Dia tidak suka di cueki seperti ini oleh Dika. Dika memejamkan matanya sejenak. Entah kenapa kejadian semalam terus terbayang di otaknya. Rasanya sakit, ketika tahu Chika tidak seterbuka itu kepadanya. Dia merasa, Chika tertekan dekat dengannya. Padahal Dika tidak ada maksud mengekang Chika, dia hanya tidak mau sahabat sekaligus orang yang dia cinta dekat dengan pria berhidung belang. "Apa." "Jangan marah apa sama gue," Chika menggelayuti lengan Dika yang tidak digubris sama sekali oleh sang empu. Dika memilih untuk bangkit, dia dan Chika belum sarapan. Walaupun dia kesal dengan Chika, tapi dirinya tidak mau membiarkan Chika k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN