"Giska, kenapa bengong?" Ucapan Vero menyadarkan Giska, ia berdehem pelan lalu menghampiri Vero dan menaruh nampan yang ia bawa. "Ini minumannya, kak," ujar Giska berusaha bersikap senormal mungkin, mengabaikan seseorang yang kini mengintimitasi nya melalui tatapan. "Makasih ya Giska," ucap Vero dengan senyum manis. "Oh iya, ini Aldo, dia temen SMA kakak, kemarin dia kuliah S2 di Singapura, tapi sekarang udah balik, katanya mau kuliah di sini," jelas Vero memperkenalkan Aldo. Aldo tersenyum miring melihat Giska yang mematung. Ternyata ia tak perlu berbuat susah payah untuk mencari gadis ini, Aldo tak menyesal menerima tawaran Vero untuk mampir. Giska melirik Aldo sekilas, pria itu menatap Giska tajam, seolah akan membunuh Giska dengan tatapan itu. Giska memilin tangannya. Apa ya

