"Jangan nangis," bisik Elang membuat Giska mengerjabkan matanya, gadis itu mengangguk pelan. "Gue anter pulang atau gue pesenin ojol?" Giska menatap Elang kesal. "Temenin gue ngesot aja Lang," jawabnya jengah. Elang terkekeh. "Bercanda, lo ke sini sama gue, artinya lo harus pulang bareng gue juga." Elang menggenggam tangan mungil Giska kemudian membawanya keluar hotel, Elang menyipitkan matanya melihat sesorang berdiri di depan mobilnya. Elang langsung menghampiri orang itu. "Papa?" panggil Elang. Giska yang sedang menunduk mendongak, melihat pria yang tidak asing di matanya, bukankah pria ini yang bersama Andra di depan sana saat pertukaran cincin tadi? Dan ah iya, Giska ingat pria ini adalah dokter di rumah sakit waktu itu. "Kamu sama siapa?" tanya pria itu menatap Giska. Tatapann

