Pantang Menyerah

2047 Kata

Pagi-pagi sekali, Adit sudah sampai di RS Berno menunggu Adel di depan lobby tempatnya bekerja. Adel memicingkan matanya tak percaya, dia pura-pura tidak melihat lelaki itu dan berjalan dengan dinginnya.            “Hei, kamu sudah sarapan?” Ucap Adit yang begitu ceria mengikuti langkah Adel dari belakang. Sedangkan Adel tetap mengacuhkannya.            “Sarapan yuk?” Adit terus berusaha, “Kalau nggak, kopi deh. Saya beliin kopi ya.”            “Selamat pagi.” Ucap anak buah Adel yang kebetulan melintas.            “Pagi.” Jawab Adel dengan ramah sambil tersenyum.            Adit yang melihat itu jadi merasa lebih tertantang, “Atau kamu mau makan siang? Nanti saya jemput hah? Atau kita pergi saja yuk, kamu ijin cuti hari ini.”            Sayang, wajah judes Adel tidak berubah sejak t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN