Tiara benar-benar kesal karena dia sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk berbicara dia juga merasa lelah perjalanan dari Jakarta ke Surabaya memakan waktu berjam-jam dan kini dia memilih untuk tidur beristirahat di kasur kamarnya. Ibu Tiara masih bingung dengan apa yang sedang terjadi karena suasananya terlihat rumit dan sulit diketahui sedang apa yang terjadi karena ayahnya Tiara juga belum menjelaskan secara detail tapi yang jelas Ibu Tiara melihat wajah Reihan yang tersirat lelah dan juga sedang bingung. "Rehan, sebenarnya ini ada apa kok bisa tiba-tiba semua pada kembali ke Surabaya? Papanya diarahkan juga sebenarnya bekerjanya di Jakarta terus kenapa tiba-tiba ke Surabaya? "Rehan hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan Ibu Tiara dia tidak berani menjawab sepenuhnya karena takut menjadi salah paham." Ma, Papa udah melihat Tiara dengar Rehan yang satu kamar jadi di sini mah waktu itu Tiara ke Jakarta terus Rehan nyusul ya Dan akhirnya mereka berdua Papa suruh tinggal di rumah tapi pas Papa pulang Papa lihat mereka berdua di kamar. Itu kan sudah menjadi fitnah untuk Tiara jadi Papa nggak mau kalau sampai Ai tidak ada yang bertanggungjawab disini dan Tiara juga bukan perempuan asal-asalan, Tiara itu anak papa jadi Papa mau Rehan mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tiara, "ucap Ayah Tiara kepada istrinya. Ibu Tiara sungguh terkejut Mendengar hal ini sebagai seorang ibu Dewina benar-benar kaget karena tidak menyangka jika putrinya berbuat hal-hal yang buruk Padahal di rumah sendiri juga."apa, Mama itu yakin kalau Tiara nggak mungkin melakukan hal seperti itu, mungkin papa salah paham, coba Papa udah tanya sama Tiara baik-baik?" Sebagai seorang ayah, Johan selalu bersikap tegas dan dia percaya dengan apa yang dia lihat tanpa harus menanyakan dua kali kepada Putrinya. "Sudah lama, Papa sudah memastikan dan lihat sendiri dengan mata kepala patah Jadi tunggu apalagi sudah minta saja Bertanggung jawabkan kepada Rehan dan keluarganya, atau Rehan juga waktu papa tanyakan dia mau kok bertanggung jawab dia mau menikahi Tiara tidak "tatapan Dewina beralih kepada Rehan yang masih diam di hadapan mereka, sungguh Dewina tidak menyangka hal ini terjadi pada hidupnya, dia selalu mendambakan pernikahan putrinya yang bahagia tapi kenapa semua ini malah berubah saat Tiara pergi ke Jakarta, padahal Tiara juga baru pergi beberapa hari titik Dewina sendiri tidak mau jika menghakimi anaknya seperti Johan dia ingin menanyakan hal ini kepada Tiara karena pernikahan itu sekali seumur hidup dan dia tidak mau jika Tiara tidak bahagia. Tanda petik, biar mama tanyakan dulu sama Tiara, kalau misalkan memang betul mereka memang perlu buat yang tidak-tidak, Mama setuju dilakukan pernikahan tapi kalau kenyataannya mereka tidak melakukan apa-apa biar mereka memutuskan sendiri. "Devina lalu menatap mata Rehan Dengan tatapan lurus dan tajam seolah menatap mereka dengan tatapan tidak suka." Jadi Rehan, Apa benar kamu sudah melakukan sesuatu dengan putri saya? "Dewina menatap Rehan sekolah mendesak Rehan untuk menjawabnya sekarang, Sedangkan Rehan sendiri bingung harus menjawab apa dia sejak awal sudah menjelaskan Jika dia tidak melakukan apapun kepada Tiara dan dia hanya membantu Tiara agar tidur dengan tenang dan tidak menangis karena dia sendiri tahu jika Tiara itu sebenarnya cemburu dengan temannya Rey di kampus titik Rehan bingung harus mengatakan apa karena dia sendiri tahu jika Tiara menyembunyikan keberadaan re dia menyembunyikan bahwa dia memiliki kekasih yang 2 tahun lebih muda dari dia titik tapi Rehan di sisi lain juga menginginkan Tiara, dia ingin menikahi Tiara dan bertanggung jawab dengan Tiara dia ingin bahagia dengan Tiara. "Bagaimana ya Tante Saya malu juga mengatakannya iya Ya saya memang menyentuh Tiara. " Rehan mengatakan hal itu sangat ambigu, arti kata menyentuh benar-benar membuat Dewina bingung sekaligus terkejut saat itu juga Devina bangkit dari duduknya dan dia beralih berjalan dengan cepat menuju ke lantai atas ke kamar Tiara. " Tiara mama mau bicara. "Tiara yang sedang bergelung dengan selimut dia miring ke kanan dan menutupi wajahnya. Dewina mendekati anaknya dan duduk di pinggir ranjang dia menarik nafas dan menghembuskannya sembari menatap anak semata wayangnya, Tiara memang anak putri satu-satunya di hidupnya. " Apa betul kamu memang sudah tidak lagi gadis?"tanya Dewina kepada Tiara mendengar pertanyaan mamanya Tiara membulatkan matanya, sungguh tidak mengerti apa maksud ibunya Padahal dia benar-benar masih gadis dan dia juga tidak melakukan apapun dengan Rehan. "Maksud Mama apa? Ma aku nggak ngelakuin apa-apa sama Rehan, ini kenapa jadi rumit kayak gini sih, dari awal aku udah bilang kalau misalnya aku nggak ada apa-apa sama Rehan, dia memang kita dulu pernah pacaran waktu SMA tapi setelah itu aku nggak pernah lagi berhubungan sama dia cuman gara-gara dia itu satu kantor sama kakak kita ya ya Lumayan deket lagi dan aku juga nggak tahu kenapa dia bisa ngikutin aku sampai ke Jakarta, lagipula mah aku sebentar-bentar masih gadis aku nggak ngelakuin apa-apa sama dia."Tiara mengucapkan dengan sungguh-sungguh dan berharap Ibunya bisa mengerti dia karena selama ini Dewina sulit mempercayai Tiara. "Tapi Rehan berkata lain, Rehan bilang dia udah sentuh kamu. Dan mau nggak mau kamu harus menikah dengan dia. " Ma Ya ampun aku tuh beneran nggak pernah ngapa-ngapain sama Rehan! "Tiara lalu menyibakkan selimutnya dia tergesa-gesa menggunakan sandal kamarnya dan keluar lalu dia turun ke bawah dia menatap dengan tajam. " kamu ngomong apa barusan sama aku? Kamu tuh ya Maksud kamu apa sih Aku sama sekali nggak pernah ngelakuin Apapun kan sama kamu, terus kenapa kamu sekarang malah ngaku-ngaku? Kamu sengaja karena kamu maksa nikah sama aku tentang "Tiara mengucapkan dengan lantang sembari telunjuknya menunjuk wajah Rehan titik Tiara melakukan hal itu di depan ayahnya kemah memang terlihat tidak sopan tapi Tiara benar-benar kesal saat ini kepada Rehan. Sedangkan Rehan hanya terdiam dan dia tersenyum licik. "Kamu lupa apa yang udah kita lakuin malam kemarin?" Ucapan rehat membuat Tiara membulatkan matanya. Dia sekarang benar-benar di posisi yang terpojok dia sendiri tidak bisa membuktikan apapun kepada mama papanya. " stop bicara kamu Tutup mulut kamu! Ucapan kamu tuh malah bikin semua orang salah paham! " Tiara benar-benar pusing saat ini karena Rehan malah sekarang menjadi begini.
"Berarti benar kan kalian sudah melakukan hal yang tidak terpuji mau tidak mau kalian harus segera menikah. "Ayah dia langsung mengambil sikap tegas tapi Tiara sekarang malah bingung dia dia malah tidak ada yang mempercayainya saat ini.