Welcome

201 Kata
Akila tersenyum puas ketika gambarannya sudah jadi, wajah Nathan terukir sangat indah disana, sketsa buatan Akila begitu sempurna. Dia mengambil kertas gambar itu dan menggulungnya dengan cantik, tak lupa dia memberikan pita berwarna merah untuk mengikat gulungan itu. Hadiah untuk Nathan telah siap. Dengan senyumnya dia menuruni tangga, langkahnya terhenti sejenak ketika melihat mama dan papanya ada di sana. "Loh? Mama sama Papa kapan pulangnya?" ucap Akila dengan wajah cerianya. Ini sebuah kejutan baginya, orang tuanya sangat jarang ke rumah, baru kali ini dia melihat kedua orang tuanya yang datang. Mamanya langsung mendekati Akila dan memeluk anaknya, dua tahun lamanya mereka belum bertemu. Rasanya bagi Akila senang sekaligus canggung, bagi Akila keluarga di hidupnya hanyalah mbok Ratmi dan pak Toni, supir dan pembantunya yang selama ini senantiasa menjaga dan merawat dia. "Gimana sayang sekolah kamu? Maafin mama ya karena mama belum sempat pulang, tapi kali ini kamu jangan khawatir, mulai sekarang, Mama pastikan dan janji sama kamu untuk tinggal di Jakarta." Akila membulatkan matanya, dia senang sekaligus terkejut.Nathan seketika menjadi pusing, permainan dihentikan seketika karena darah mengucur deras dari pelipis Nathan. Seketika pandangan Nathan menggelap dan dia pingsan. Para petugas kesehatan mengerumuni Nathan dan membantu dia untuk cepat sembuh dari luka
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN