Leon untungnya tidak lagi menangis, pagi ini dia senang menatap Amanda yang mengajaknya bermain. Karena Leon sangat senang sekali bermain dengan Amanda, Leon nampak ceria dan dia sepertinya mulai melupakan mencari ayahnya.
Amanda sebenarnya ingin melaporkan ke kantor polisi tapi dia sendiri khawatir jika nanti dia merasa kehilangan Leon, Amanda begitu senang bertemu dengan Leon, Leon anak kecil yang sangat ceria dan membuat hatinya menjadi bahagia, rasanya Amanda tidak ingin melepaskan Leon satu jengkal pun tapi bagaimanapun juga Leon harus kembali ke orangtuanya, Amanda tidak bisa mengadopsi Leon karena dia membutuhkan orang tua yang lengkap, sedangkan Amanda masih single dan belum menikah, Amanda juga belum pernah mengikuti sekolah pra nikah. Walau berat tapi harus dilakukan, setelah Leon makan Amanda mengajak Leon untuk ke kantor polisi, dia mau melaporkan kejadian ini dan Amanda berharap polisi bisa membantu mencari keberadaan orang tua Leon. Leon masih sangat kecil, dia belum menghafal alamat rumah dan juga dia tidak tahu siapa nama ayah ataupun pembantunya, Leon hanya ingat nama nama kucingnya saja, setiap hari Leon jarang sekali bermain dengan papanya, dia lebih sering bertemu dengan kucingnya.
"Apa Leon tidak ingat siapa nama papanya Leon?" tanya Amanda saat berada di kantor polisi bersama Leon.
Leon menggeleng, anak kecil itu memperhatikan keadaan sekitar, seketika dia menjadi bingung dia berada di mana namun Amanda tersenyum dan mengatakan kepada Leon bahwa semua akan baik-baik saja karena ada Amanda yang melindungi Leon.
"Tidak, aku mengingat nama kucingku namanya Snowy. "
Amanda tersenyum mendengarnya, jelas saja Leon tidak mungkin bisa mengingat dimana rumahnya tapi pihak kepolisian telah mencatat bagaimana kejadian Amanda menemukan Leon dan polisi berjanji akan menemukan Leon segera. Amanda lalu mengajak Leon untuk ke minimarket tempat dia bekerja, Dia meminta Leon untuk duduk disampingnya, di samping meja kasir agar Leon bisa Amanda awasi sepenuhnya.
Amanda melayani dengan sepenuh hati orang-orang yang datang, dia mencoba untuk tersenyum ramah, meski sebenarnya dia kelelahan. Dia melihat ke samping, Leon matanya mulai sayu, dia mengantuk saat melihat youtube di hp Amanda.
"Leon mengantuk?" tanya Pak Syahrul yang ada di minimarket itu mengawasi Amanda. Leon mengangguk, dia sangat mengantuk sekali saat ini. Matanya hampir tidak bisa dia buka koma dan sebelum menjawab pertanyaan Pak Syahrul, anak kecil itu menutup matanya. Amanda tersenyum melihat Leon yang tertidur, dia Lalu menggendong dan membawa Leon untuk ke ruang belakang, di ruang belakang ada sofa dan Amanda membaringkan Leon disana. Setidaknya untuk sementara ini ada tempat istirahat untuk layang tidur Amanda tinggal di rumah Amanda takut terjadi sesuatu nantinya kepada Leon."Amanda ini saya bawakan makanan untuk Leon dan kamu kamu kan dapat jatah makan siang, ini untuk Leon juga, nanti kalau Leon sudah bangun Tolong berikan makan siang ini kepada Leon, Saya harap Leon bisa cepat ditemukan oleh orang tuanya titik kamu sudah ke kantor polisi Tadi? " tanya Pak Syahrul kepada Amanda. "Iya sudah Pak Omah Saya sudah ke kantor polisi dan melaporkan atas Leon sebagai anak yang hilang, Namun sepertinya pihak polisi belum menemukannya, karena saya baru saja melapor tadi pagi. Saya benar-benar kasihan, kalau misalnya tidak menemukan orangtuanya, saya akan mengasuh dan merawat Leon. "" Wah Kamu baik sekali ya Amanda, Saya harap lawan bisa cepat ditemukan, Memangnya dia tadi kemarin itu apa tidak ada tanda-tanda ada orang tua yang meninggalkannya atau bagaimana? Apa dia juga tidak sama sekali ingat di mana rumahnya lalu nama orang tuanya siapa, mungkin itu lebih cepat polisi mencari tahu di mana keberadaan ayah ibunya ke. "Amanda menggeleng, Leon sama sekali tidak ingat apapun."tidak pakai, waktu di kantor polisi, Leon hanya mengatakan dia mengingat nama kucingnya bernama Snowy tapi selain itu dia tidak mengingat apapun titik Bagaimana ya Pak? Ya Saya harap polisi bisa menemukannya. " Pak Sahrul mengangguk Kasihan anak kecil itu jika dia kehilangan orang tua kandungnya. " Ya sudah kalau begitu biasanya polisi itu akan menyebarluaskan melalui media dan juga poster semoga orang tuanya bisa cepat ditemukan titik anak itu sungguh tampan dan manis istri saya saja kemarin waktu melihatnya suka dengan Leon, Tapi sayangnya Istri saya sedang sakit, dan anak-anak saya juga masih kecil, jadi untuk sementara waktu Amanda bisa ya merawat lehon? " Amanda menganggu, "Iya Pak, saya bisa merawat Leon, saya usahakan untuk bisa merawat Leon karena kasihan dia siapa lagi yang merawat dia kalau bukan saya. "
"Amanda, Saya berharap dan berdoa semoga Leon itu bisa membawa keberkahan di hidup kamu titik Saya yakin kok rencana Allah itu itu jauh lebih baik daripada apa yang kita inginkan. "
"Iya Pak, Terima kasih sudah membantu saya merawat Leon, Saya harap Leon segera ditemukan oleh orang tuanya. "
"Iya, mbak Manda kalau ada butuh apa-apa silakan bilang kepada saya." Pak Sahrul lalu membantu Amanda membereskan produk-produk yang baru datang dan menyimpannya di etalase, sedangkan Amanda mengecek produk produk yang telah expired dan membuangnya. " pak kalau misalkan produk ini apa langsung dibuang saja? "Kemudian mendekati Amanda dan dia melihat produk yang dipegang oleh Amanda." Tidak Kamu taruh saja di rak gudang belakang ini kamu taruh dulu di keranjang semua yang sudah expired lalu taruh di gudang belakang, produk yang sudah expired ini akan kita kembalikan ke supplier. "
Amanda mengangguk lalu dia kembali menata produk yang baru saja datang. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, sebenarnya Amanda lelah jika harus bekerja seharian tapi dia harus bekerja full 24 jam menjaga tokoh ini hingga detik ini Pak Sahrul belum menemukan pegawai baru di toko ini."sudah Amanda, kamu pulang saja, nanti biar saya yang yang menjaga telah kamu, tidak baik juga jika kamu yang menjaga shift malam sampai sekarang masih belum ada yang melamar pekerjaan penjaga toko di malam hari ini, mungkin karena terlalu beresiko jadi tidak banyak yang pekerjaan ini. "
"Iya Pak, kalau begitu saya pamit dulu," Leon digendong oleh Amanda dan mereka berdua pun pulang, di perjalanan Leon melihat ada yang menjual gulali lalu meminta kepada Amanda untuk membelikannya, namun Amanda melarangnya karena takutnya nanti Leon batuk, untuk pertama kalinya Leon menurut kepada perkataan Amanda, Entah kenapa dia merasa jika Amanda lebih perhatian daripada papanya. Biasanya papanya malah jarang sekali melarang Leon, semua keinginan Leon dituruti dan Leon bahkan diberi uang.