PENGAWASAN YANG MENGETAT

1561 Kata

Lukas Weber melangkah keluar dari lobi gedung Meyer Tech dengan bahu yang terasa seberat timah. Udara malam Frankfurt yang menusuk kulit tidak mampu mendinginkan gejolak rasa bersalah yang masih membakar batinnya setelah ia melontarkan kata-kata kejam kepada Hannah tadi. Setiap kali ia memejamkan mata, bayangan air mata wanita itu jatuh di koridor seolah tercetak permanen di balik kelopak matanya. Ia berjalan menuju halte bus dengan langkah yang diatur sedemikian rupa agar tetap terlihat tenang, namun indra keenamnya sebagai seorang ahli keamanan mulai berteriak. Ada hawa dingin yang tidak berasal dari cuaca. Itu adalah perasaan diawasi yang sangat intens. Lukas merogoh saku jaketnya, menggenggam ponsel yang telah ia modifikasi menjadi sensor pelacak sinyal jarak pendek. Layarnya tidak me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN