Rasa Terhalang Ego

1288 Kata

Pagi itu, Reina masih terjaga di tempat tidur setelah malam yang penuh emosi. Sinar matahari menerobos jendela kamarnya, namun rasa lelah dan pikiran yang bercampur aduk membuatnya enggan bangkit. Ia memutar tubuhnya perlahan, memandang ke arah jendela, mencoba menenangkan perasaannya. Namun suara ketukan di pintu membuyarkan lamunan. "Reina, sarapan sudah siap. Jangan lama-lama," suara Kenzo terdengar dari balik pintu, dingin dan tanpa ekspresi. Reina menarik napas dalam. Meskipun intonasi suara Kenzo selalu terdengar tegas, ada sesuatu yang berbeda hari ini. Entah kenapa, kata-kata itu terasa seperti perintah yang harus dipatuhi. Dengan malas, ia bangkit dari tempat tidur dan segera bersiap. Ketika Reina tiba di meja makan, Kenzo sudah duduk di sana, memegang tablet sambil membaca ses

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN