bc

Amnesia Kejam Merenggut Cinta Gila Suamiku

book_age18+
2
IKUTI
1K
BACA
dark
possessive
second chance
heir/heiress
drama
sweet
bxg
first love
rebirth/reborn
substitute
like
intro-logo
Uraian

FREE KOIN ALIAS GRATIS TERBATAS!

BURUAN TAP LOVE, YA, GUYS!!!

........

Tema:

Terlahir kembali/Reborn. Dark romance. Bucin parah. Angst. Kesempatan Kedua.

...........

Suami yang sangat mencintaiku selama 3 tahun pernikahan, tiba-tiba saja mengalami amnesia dan membenciku.

Namun, saat aku mati, ingatannya malah kembali.

Saat penyesalan menelannya hidup-hidup di depan mayatku, Tuhan memberikan kesempatan kedua bagi kami berdua.

Meski semua bukanlah kesalahannya sepenuhnya, tapi luka di hatiku sangatlah nyata.

Apa aku bisa memaafkan perbuatan kejamnya di kehidupan sebelumnya?

...........

Blurb:

Aila Janitra tidak pernah menyangka bahwa suaminya, Ardan Mahardika yang tergila-gila kepadanya selama 3 tahun pernikahan akan berbalik membenci dan menjauhinya gara-gara mengalami amnesia.

Ardan melupakan perjuangan mereka berdua, dan menganggap wanita lain sebagai cinta sejatinya.

Setelah mencoba untuk mengembalikan ingatannya dengan segala cara, akhirnya Aila menyerah di hari dokter memvonisnya dengan penyakit terminal, kanker perut stadium akhir.

Hal paling kejam yang dilakukan oleh pria itu adalah menyuruhnya mempersiapkan pertunangannya dengan wanita lain, tepat setelah perceraian mereka selesai, seolah-olah Aila adalah sekretaris pribadinya.

Aila tidak membuat keributan. Dia menuruti semua perkataannya dengan sangat tenang.

Lalu, pada hari pertunangan tiba, pesawat Aila jatuh dan membuatnya meninggal dunia. Di saat yang sama, ingatan Ardan perlahan kembali.

Ketika dia mengetahui semua perbuatan bodohnya, Ardan sangat menyesal dan melakukan hal paling gila yang tidak pernah terpikirkan oleh semua orang.

Aila berpikir hidupnya sungguh sangat tragis. Namun, dia tidak menyangka kalau Tuhan malah memberinya kesempatan kedua dengan kembali beberapa bulan sebelum kematiannya. Kali ini, dia tidak akan memperjuangkan Ardan seperti sebelumnya, tapi kenapa pria itu malah semakin posesif meski masih lupa ingatan?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 Cinta Pertama Suamiku
“Maaf, Dok. Tadi, Anda bilang apa?” “Kanker perut stadium 4. Maafkan saya, Nyonya Mahardika. Kondisi Anda sudah terminal. Menjalani kemoterapi mungkin tidak akan ada gunanya sama sekali.” “Ter... terminal...? Artinya, hidup saya sudah tidak lama lagi? Begitu?” kata wanita berambut panjang, suaranya serak dan lemah. Bibirnya yang pucat gemetar hebat. “Benar. Maaf Anda harus mendengarnya setelah mengalami keguguran baru-baru ini.” Aila Janitra alias Aila Mahardika, istri dari Ardan Mahardika terdiam dengan wajah pucat pasi. Tatapannya kosong melihat dokter pria berkacamata menghela napas berat. Seolah-olah, semuanya benar-benar tidak ada gunanya lagi. “Ta-tapi.... Saya... saya masih bisa hamil lagi, kan, Dok?” Dokter terdiam sejenak, lalu berkata dengan wajah berat dan sangat bersalah. “Anda terlambat dibawa ke rumah sakit. Dengan penyakit terminal Anda, maka peluang untuk mengandung akan sangat sulit. Tubuh Anda tidak akan bisa menahannya sama sekali.” Aila semakin pucat, dia menatap lawan bicaranya dengan mata nanar. Sudut-sudut matanya panas, seperti ada bara api di sana. Kenapa Tuhan sungguh kejam kepadanya? Sejenak, Aila berpikir dengan wajah hampa. Dia tidak pernah menyangka akan hamil 6 bulan dan tidak menyadarinya sama sekali. Perutnya datar dan tidak pernah mual. Bagaimana bisa? Kalau bukan karena suaminya lebih memilih menemani wanita lain ke luar negeri ketimbang mengecek keadaannya yang meminta bantuan, dia tidak akan tahu sama sekali dua kabar yang menghancurkan dunianya. “Dokter, mengenai kehamilan saya. Bagaimana saya hamil tanpa perut membesar? Apakah itu efek dari kanker perut yang saya derita? Kalau saya hamil lagi, apakah akan terulang lagi? Apakah anak saya akan lahir cacat?” tanyanya dengan suara sangat lirih dan rapuh. Dia menolak hasil pemeriksaan rumah sakit. Tentang semuanya. Tentang bagaimana hidupnya yang penuh kebahagian berakhir menjadi sebuah tragedi. Kenapa hidupnya sehancur ini hanya dalam semalam? Dia adalah wanita baik-baik. Istri yang setia dan penurut. Apa salahnya kepada dunia hingga harus mengalami ini semua? Di saat dokter memvonis sisa hidupnya, bukannya peduli tentang nyawanya, Aila malah memikirkan anak yang pergi begitu saja tanpa diketahui kehadirannya sejak awal. Rasa sakitnya luar biasa hingga jantungnya seperti diremas. Anak itu adalah kesempatan terakhirnya untuk bisa mendapatkan kembali hati suaminya. Sekarang? Bahkan Tuhan pun mengejeknya. Dokter memberikan laporan kesehatannya, lalu menjelaskan dengan helaan napas berat. “Anda mengalami kehamilan kriptik, makanya perut Anda terlihat datar. Umumnya, kehamilan seperti itu, wanita hamil tidak menyadari kalau mereka sedang mengandung. Bahkan, ada yang baru menyadarinya ketika dia akan melahirkan. Ini tidak ada kaitannya dengan kanker perut.” “La-lalu.... Apakah... apakah tidak ada yang bisa dilakukan agar menunda penyakit saya sedikit lebih lama? Setidaknya setahun! Saya ingin mencoba hamil lagi, Dok!” Dokter pria menggeleng lemah. “Maaf. Dengan kondisi Anda, saya pikir itu mustahil.” Aila terdiam hebat, kepala menunduk muram. “Apakah penyakit saya separah itu?” tanyanya dengan suara nyaris tak terdengar, tangan kanan mengelus lembut perut datarnya. Sebuah kehidupan telah hilang dari dalam dirinya begitu saja. Sungguh ironis. Kalau saja semuanya masih seperti dulu, kehadiran anak itu pasti akan menjadi kebahagiaan tak terkira dalam pernikahannya. Sayangnya, alam semesta mempermainkannya. Sekitar satu tahun lalu, suami yang sangat mencintainya selama 3 tahun pernikahan mengalami amnesia. Dari rasa cinta yang begitu besar dan menggebu-gebu, berbalik menjadi kebencian yang meneteskan darah. “Maaf, Nyonya Mahardika. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, kondisinya Anda sudah terminal. Pengobatan apapun atau kemoterapi mungkin tidak akan berhasil sama sekali. Apa Anda sudah menghubungi suami atau keluarga Anda?” Aila menaikkan pandangan kembali. Wajahnya tidak menunjukkan emosi apapun. Suami? Keluarga? Mereka mungkin tidak akan peduli. “Tidak. Tolong rahasiakan ini, Dokter. Saya tidak ingin ada yang mengetahuinya.” *** Langkah lesu Aila bergema di lorong kosong rumah sakit. Di tangan kanan, dia memegang erat ponselnya seperti ingin menghancurkannya. Di tangan satunya adalah hasil pemeriksaan medisnya. Dia ingin menghubungi Ardan, mencoba bicara baik-baik tentang pernikahan mereka yang hancur. Tapi, apa yang dia dapatkan? Suaminya sendiri memblokirnya! Hujan perlahan membasahi bumi, membuat Aila menoleh ke arah jendela besar di sampingnya. Awan hitam menutupi langit, seperti sebuah ejekan lain bahwa hidupnya tidak ada bedanya dengan langit gelap itu. Tidak ada masa depan cerah yang akan menantinya seperti janji Ardan kepadanya sewaktu mereka menikah dulu. “Oh, ya, ampun! Bukankah itu adalah pacar Mia Sanjaya? Ternyata, dia jauh lebih tampan dari foto yang beredar!” Suara perawat yang terdengar di ujung, membuat jantung Aila membeku. Mia Sanjaya? Cinta pertama suaminya juga ada di sini? Wajahnya pucat pasi melihat seorang pria tampan berpakaian mahal sedang menggendong wanita cantik menuju ruang gawat darurat. “Ya, Tuhan! Mereka berdua adalah pasangan favoritku! Satunya cantik dan berkelas! Seorang superstar wanita yang punya banyak penggemar! Satunya lagi adalah pria tampan dan kaya! Bukankah mereka seperti kisah yang keluar dari cerita CEO yang romantis dan bucin?” kata perawat lainnya. Aila tidak tahu harus bereaksi apa. Tapi, dia penasaran kenapa suaminya berada di rumah sakit bersama Mia. Dengan wajah semakin pucat dan tubuh gemetar rapuh, dia berjalan pelan dan hati-hati menuju arah sosok suaminya menghilang. Di balik salah satu tiang rumah sakit, Aila bisa mendengar nada suara Ardan yang terdengar menuntut dan penuh ancaman, pertanda dia sangat mengkhawatirkan Mia Sanjaya. “Lakukan apapun untuk menolongnya! Kalau dia sampai cacat, aku akan menghancurkan rumah sakit ini!” bentak Ardan dingin, meraih kerah jubah dokter di depannya. Aila merasa sulit bernapas. Air mata tanpa sadar jatuh di pipi kirinya. Dia teringat bagaimana selama 3 tahun pernikahan, Ardan memperlakukannya seperti kaca yang rapuh. Semua keindahan dunia diberikan kepadanya, sampai dia percaya kalau akhir bahagia seperti di novel itu nyata. Sayangnya, ketika kecelakaan merenggut ingatannya, suaminya malah berbalik membencinya dan tergila-gila kepada wanita lain. Sikap yang dingin dan berjarak sama seperti dulu ketika dia salah paham bahwa Aila setuju dengan pernikahan bisnis mereka hanya karena uang dan status belaka. Ardan memang sempat jijik dan benci kepadanya. Namun, seiring waktu berlalu, akhirnya salah paham di antara mereka berdua pudar dan menghilang. Tidak ada yang tahu selain dirinya dan Ardan bahwa cinta pertama Ardan yang sebenarnya adalah Aila sendiri. Semua itu gara-gara ada kesalahan identitas di awal, tapi semuanya berhasil terungkap seiring waktu berlalu. Ironisnya, sekarang Ardan malah amnesia dan melupakan semuanya. Dia tidak bisa membuatnya percaya kalau dia adalah cinta pertama suaminya sendiri. Sebaliknya, Ardan menuduhnya berbohong dan memanipulasi semuanya. Ingatan Ardan terkunci sebelum mereka menikah. Dia hanya bisa mengingat kalau Mia adalah cinta pertamanya. Wanita yang dia rindukan setiap malam. Wanita yang dia puja seperti sedang memuja Tuhan. Sedangkan dirinya? Aila seperti debu yang tertiup angin. Hilang tanpa jejak dalam ingatan pria itu. “Maaf, tapi kondisinya cukup parah. Tidak ada jaminan ingatannya akan kembali lagi. Anda mungkin bisa mencoba membantunya, atau saran saya memulai semuanya dari awal lagi. Itu lebih mudah.” Kalimat dokter kala itu seperti vonis mati untuknya. Sama seperti vonis dokter hari ini kepadanya. Menghancurkannya hingga ke titik terendah. Ardan yang lupa ingatan kembali menjadi Ardan yang sangat dingin dan membencinya seperti penyakit menular. Ketika Aila hendak pergi diam-diam dari sana, tiba-tiba sebuah suara dingin dan tajam menghentikannya. “Aila? Sedang apa kamu di sini? Kamu mengikutiku lagi?” Tubuh wanita bergaun serba putih menegang. Dia tidak berani berbalik. Tangan kirinya mencengkram erat hasil pemeriksaannya. Nyaris sobek. “Berbalik! Lihat aku!” titahnya dingin dan tajam.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.0K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
18.4K
bc

TERNODA

read
200.2K
bc

Kali kedua

read
219.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.4K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
78.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook