Setelah seharian panas-panasan bersama Tae berkeliling kota, kini waktunya dia pulang mengajak Tae untuk mampir kerumah barunya sekalain menawarinya untuk menginap, siapa tahu Tae mau menginap digubuk barunya yang tidak seberapa besar itu. “kamu mau minum apa Tae?” tanya Lula sambil melangkah kearah lemari pendinginnya. “apa saja yang terpenting dingin, sumpah! Hari ini panas banget padahal didalam mobil sudah dinyalakan acnya.” Gerutu Tae tanpa henti. Lula terkekeh. “ini tidak seberapa Tae, nanti malam cuaca akan seketika berubah.” “apa kalau malam disini berubah dingin?” Lula menggeleng. “tapi engap.” Sambil terkekeh puas. “lama-lama resek juga kamuy a!” Tae melangkah kearah Lula lalu meraih botol jus jeruk lalu meneguknya begitu saja hingga tak tersisa. “berapa hari kamu d

