part 89

1102 Kata

Lula menggenggam erat kedua tangan Geval, menghela nafas sejenak dan berkata. “mari kita lewati ini semua Bersama-sama.” “lalu ucapanmu tadi? Apa kau maish mau mengucapkan itu?” Lula menggeleng. “tidak-tidak akan lagi, aku tidak akan lagi mengucapkan kata mengahiri, kecuali maut yang memisahkan kita kelak.” “kamu janji haney?” Geval menyodorkan jari kelikingnya. Lula menyambut uluran tangan Geval, ia juga menyematkan jari kelingkingnya dan berkata. “ehm! Aku berjanji.” Geval mengulas senyumnya lalu memluk erat tubuh Lula. “maaf jika hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu haney! Aku akan berusaha keras melawan penyakit mentalku ini.” Lula mengangguk didalam dekapan Geval. “bolehkah aku berkata jujur kepadamu?” Geval mengangguk namun ia masih belum mau melepas pelukannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN