Geval tersenyum bangga melihat ketulusan hati istrinya, sungguh dia tidak salah memilih kali ini, cantik parasnya, cantik pula hatinya. “BY!” tegur Lula saat melihat sang suami tersenyum disebrang jalan. “koku dah balik?” Geval menyebrang jalan lalu mencium kening istrinya dengan penuh kehangatan. “ada yang tertinggal, untung belum jauh.” “oh! Eh, apa kamu bawa kunci pagar cadangannya?” Geval mengangguk. “ya udah aku berangkat dulu ya!” Geval mengangguk, dan motor Lula segera melaju begitun saja meninggalkan Geval. Beberapa menit kemudian Lula sampai ditempat tujuan, balai kelurahan sudah dipenuhi ibu-ibu PKK, setelah memarkirkan motornya Lula segera melangkah kearah ibu-ibu kompleknya, menyerahkan uang titipan bu Risa dan segera duduk bersama ibu-ibu yang lain. Acara seper

