Rasa Takut Part II

522 Kata
"Maaf, aku akan mengurangi kecepatan nya, sebentar lagi aku ingin memuntahkannya lahar panas ini di dalamnya jadi jangan membuat aku pusing untuk menahannya Bunga." Ucap Ansel yang tadi terus menggoyangkan panggulnya.  Bunga Berbicara terbatah-batah, "A ... nsel ... Pelan-pelan saja, aku merasa perih di bagian itu." Melihat darah yang melekat di bagian batangan, dia melihat sangat terkejut kalau bunga masih perawan. Dia begitu sangat kasihan saat bunga merintih kesakitan popok cepat melaju gerakannya itu, akhirnya lahar panas itu keluar dan memuncratkan nya ke dalam. Ansel langsung mendekap tubuh bunga dan menuntun ke arah tempat tidur. mereka berdua merebahkan tubuhnya bercucuran keringat yang sangat banyak. Asal mula napas panjang dia sangat lelah dengan kerja kerasnya. Lalu Ansel berkata kepada Bunga, "Sayang maafkan aku, dan aku tidak yakin ternyata kamu masih perawan. Terima kasih telah kau berikan kepadaku aku sangat mencintaimu bunga." Amsal berbicara sambil mengarahkan bibirnya ke istri istri tercintanya. Bunga menganggukkan kepala dan meraih tubuh Ansel, dia dekap tubuh kekar Ansel. Mereka berdua melepaskan serat dari pelukan itu.  "Asal jangan pernah tinggalkan aku."  Tentu saja tidak! Aku yang akan takut jika kau meninggalkan aku. "  Sambil menggeleng kan kepala lalu dia berkata" Tidak akan aku lakukan hal seperti itu, kau memberikan hari-hari di kehidup yang sangat indah jika aku tidak mengenalmu arti hidupku tidak ada apa-apanya. Ini untuk pertama kalinya aku mengenal laki-laki yang berani dan tidak memandang aku serendah rendahnya. "  Iya Bunga pembantuan kepada diriku kalau aku akan selalu bersama dan menjaga dirimu selamanya." Ucapan sel dengan keyakinan penuh sambil menerapkan erat tubuh bunga yang masih melemah. Di pagi hari yang cerah itu Ansel di kejutkan dengan kedatangan Lucifer. Tiba-tiba datang dengan wajah yang menyeramkan, "Kau menghilang tanpa kabar?"  ”Kenapa, aku sedang sibuk. Seperti biasa aku harus menapakkan kepada istriku kalau yang di inginkan oleh semua manusia setelah menikah itu hanya ingin berbulan madu. Ada yang salah padaku? "  " Tentu tidak, hanya saja aku akan memperingati jika kau melanggar semua apa yang di sepakat itu, tidak sungkan anak yang ada di dalam konten istrimu akan aku ambil dan membuat kau menjadi manusia yang abadi. Anak itu akan membayar nyawa kau, jadi berhati-hatilah untuk melakukan semua yang diinginkan itu tidak mencelakakan istrimu. " Ansel tetap tenang dan dia tidak memilih apa yang telah dibicarakan dengan Lucifer, datang sekarang adalah kebahagian istrinya. Semua manusia ingin memiliki anak jika telah menikah, sekarang aku akan menjaga Bunga jangan sampai Lucifer melakukan hal yang tidak-tidak kepada Istrinya.  "Ansel! Kau dengar apa yang aku katakan itu, aku harap kau bisa mengerti apa yang aku maksud. Ucap Lucifer yang berusaha untuk mengatakan hal yang tidak diinginkan keinginan.  Oke, baiklah.  "Iya baguslah kalau kau mengerti maksudku. Kalau begitu aku harus buru-buru pergi ke istrimu akan menuju kemari. "  TIDAK lama Suara Bunga memanggil Ansel DENGAN Lantang, 'Sayang ...'  'Iya Sayang.'  "Kau sedang Berbicara dengan siapa? Aku lihat tidak ada orang satu pun yang berada di sini. " "Hm ... itu tadi ada orang yang sedang lewat saja, aku tidak ada mengobrol dengan siapa-siapa. Sudah jangan di hubungi lagi kita sarapan dulu, jangan berlama-lama di sini. Ucap Ansel yang akan membicarakan pembicaraan Bunga yang tadi masih kebingungan. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN