Ansel tertawa menahan apa yang bunga katakan itu dia, "Sayang kau terlihat sangat lucu membuatku hati ingin terus melakukannya."
Raih kedua Buah milik Bunga, dia marah-marah amat dengan dia dengan lembut lahapnya sampai ... Terdengar suara yang sangat b*******h, wajah Bunga menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Ansel. "Sayang ... Aku akan terus melakukan sampai kau menyerah jadi jika belum kau katakan selesai akan melanjutkan aku bertanganku sendiri di sini. Ini malam terakhir kita berbulan madu sebelum aku dan kau sibuk dengan urusan masing-masing."
Bunga tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu dia meraba ke bagian sensitif. Bunga masukannya jarinya dan memainkan ujung itu sampai tubuh Bunga bergetar mengikuti ritme sentuhan yang sangat b*******h. Ansel yang tersenyum miring dia berhasil membuat Bunga menikmati permainannya.
"Ansel ... A ... ku ..."
"Sstt ... Nikmati saja ini, kau belum merasakan kenikmatan yang lebih dari ini." Ucap Ansel dengan tatapan doa.
Wajah Bunga begitu merah, Ansel terus meremas-remas milik istrinya yang besar dan kenyal yang dimainkannya ujung d**a itu dengan lembut, tubuh bunga menggeliat. Ansel merasa di bagian Bagian sensitif Bunga sudah sangat basah, saat itu permainan di mulai.
Batangan yang sangat mengeras di keluarkannya dan menunjukkan kepada Bunga, wajah istrinya sangat terkejut, Bunga membulatkan mata dan tidak berkedip sekali pun. "Sayang ... Apa aku tidak bermimpi?" Tanya Bunga dengan wajah yang bingung.
Tentu saja tidak! Ini sangat nyata sayang, sekarang aku ingin kau menikmati batangan yang aku berikan ini. Apakah kau tahu cara menikmatinya? "Tanya Ansel dengan senyuman miringnya.
Bunga menggelengkan kepala sama sekali tidak pernah mengenal, ini pengalaman yang memberikan sedikit informasi tentang di ranjang, dia sengaja melakukan itu agar Bunga berfantasi saat berduaan dengannya." Apakah tidak merasakan bergetar di seluruh tubuhmu? Aku begitu sangat bernafsu, tunggu apa lagi. "
Ansel menangan tangan Bunga untuk meraih batangan keras dan berurat itu, dengan gerakan maju mundur, dia berusaha melakukannya agar istrinya lebih dominan di atas tempat tidur. "Ayo bunga lakukan terus, agar kau tahu bagaimana rasanya saat pertama kali kau melakukannya."
Ansel mempercepat gerakan itu membuat tubuhnya semakin panas dan tiba-tiba, Ansel merebahkan tubuh Bunga terlebih dahulu, sekarang pria itu telah berada di atas tubuh istrinya yang sudah sangat pasrah.
Batangan yang diarahkan ke area sensitif milik Bunga, terasa sangat licin dan basah, perlahan batangan itu masuk dengan sedikit ritme maju mundur. Wajah bunga yang terkejut saat menikmati hentakan yang di berikan Ansel tak henti-hentinya. "Bagaimana rasanya? Kamu menikmati apa yang diberikan ini?"
Bibir bunga bergetar saat dia berkata, "I..ya .. An ... sel ... Peluk aku Ansel, aku sangat tidak kuat lagi."
Lalu Ansel mendekap erat tubuh bunga tanpa pelepasan itu di area sensitif milik, dipercepatnya gerakan panggul itu sampai hai tempat tidur yang mereka gunakan terguncang dengan kuat.
"Iya teruslah bersuara seperti itu, aku sangat suka Bunga. Kau memang wanita yang pertama yang tidak pernah mengenal ini. Dan aku bahagia bisa mengajarimu agar untuk selanjutnya kau lebih ahli di atas ranjang saat berdua denganku seperti ini." Ucap Ansel dengan suara yang terengah-engah.
"Aarrghh ... Kau memang membuat aku bergejolak ingin terus terus menerus, Bunga aku mencintaimu." Tubuh yang ditempati dan mereka menggantikan posisi Bunga yang sedang bersandar di dinding yang menghujam bayangannya berulang kali. Bunga meremat kuat tubuh Ansel, dia menahan sedikit sakit saat batangan itu masuk maju mundur dengan cepat.
"AW ... !!!" Teriakkan Bunga.